Hi, saya dr. Willey Eliot, M.Kes.

Nama saya dr. Willey Eliot, M.Kes. dan saya adalah seorang dokter laktasi, konsultan laktasi dan konselor laktasi. How can I help? Isi pesan Anda dan klik tanda panah untuk chatting dengan saya via whatsapp.

Vaksin MR (Vaksin Measles dan Rubella)

VAKSIN MR (VAKSIN MEASLES & RUBELLA)

Vaksin MR adalah jenis imunisasi yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari 2 penyakit sekaligus (campak Measles dan campak Jerman atau Rubella).

Sementara itu, campak (baik itu campak “biasa” maupun rubella campak jerman) masih sangat sering terjadi pada anak-anak. Campak jerman juga membutuhkan perhatian ekstra apabila penderitanya adalah ibu hamil. Pada wanita yang masih hamil muda, rubella dapat menyebabkan keguguran, kematian bayi dalam kandungan, hingga kelainan bawaan pada bayi.

Siapa Saja Yang Perlu Menerima Vaksin MR?

Vaksin MR diberikan pada semua anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun selama masa kampanye vaksin MR. Nantinya, tenaga kesehatan akan menyuntikkan vaksin pada bagian otot lengan atas atau paha anak.

Bagi anak yang sebelumnya sudah melakukan vaksinasi campak, vaksinasi MR ini tetap perlu diberikan. Fungsinya agar si kecil juga mendapatkan kekebalan terhadap rubella. Selain untuk anak, vaksin ini juga direkomendasikan pada wanita yang ingin merencanakan kehamilan.

Berdasarkan rilis Kementrian Kesehatan RI, Vaksin MR yang digunakan di Indonesia sudah mendapat rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan izin edar dari BPOM. Jadi vaksinasi MR aman dilakukan. Vaksin inipun nyatanya lebih dari 141 di negara dunia.

Adakah Efek Samping Vaksin Rubella dan Campak Yang Mungkin Terjadi Setelahnya?

Umumnya vaksin MR tidak memiliki efek samping yang berarti. Sekalipun ada, efek samping yang ditimbulkan cenderung umum dan ringan, seperti demam, ruam kulit, atau nyeri di bagian kulit bekas suntikan. Ini merupakan reaksi yang normal dan akan menghilang dalam waktu 2-3 hari.

Imunisasi atau vaksinasi adalah suatu tindakan pemberian zat yang berasal dari kuman, baik yang sudah mati ataupun yang dilemahkan. Diharapkan dengan pemberian zat ini, sistem pertahanan tubuh mengenali kuman tersebut, sehingga tubuh bisa mengatasinya apabila suatu saat terinfeksi. Pada beberapa anak yang lebih sensitif, mungkin mereka akan menampakkan reaksi alergi berat dari cairan yang terkandung dalam vaksin tersebut.

Untuk mewaspadai terjadinya komplikasi efek samping vaksin rubella-campak (vaksin MR) yang tidak diinginkan, sebaiknya jangan dulu memberikan suntiik MR pada kelompok orang-orang berikut :

  1. Anak/orang dewasa yang sedang melakukan radioterapi atau mengkonsumsi obat tertentu seperti kortikosteroid dan imunosupresan.
  2. Ibu hamil (namun wanita yang berencana hamil sangat disarankan untuk imunisasi MR).
  3. Leukemia, anemia berat dan kelainan darah lainnya.
  4. Kelainan fungsi ginjal berat.
  5. Setelah transfusi darah.
  6. Riwayat alergi terhadap komponen vaksin (neomicyn)
  7. Setelah itu, pemberian vaksin MR harus ditunda jika pasien sedang mengalami demam, batuk-pilek, atau diare (dalam kondisi yang tidak sehat).

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.