Hi, saya dr. Willey Eliot, M.Kes.

Nama saya dr. Willey Eliot, M.Kes. dan saya adalah seorang dokter laktasi, konsultan laktasi dan konselor laktasi. How can I help? Isi pesan Anda dan klik tanda panah untuk chatting dengan saya via whatsapp.

Terapi Relaktasi

TERAPI RELAKTASI

 Relaktasi merupakan proses menyusui kembali setelah sekian lama berhenti menyusui si kecil. Relaktasi sebaiknya di bawah pengawasan DSA Pro ASI/dokter laktasi agar relaktasi bisa berjalan dengan baik dan benar.

Faktor yang berhubungan dengan bayi.

  1. Hal yang berhubungan dengan bayi.
  • Keinginan bayi untuk menyusu.

Pada awalnya bayi memerlukan bantuan untuk dapat melekat dengan benar pada payudara. Salah satu penelitian relaktasi menemukan bahwa 74% bayi menolak untuk segera menyusu pada awal laktasi yang disebabkan karena bayi kesulitan melekat pada payudara dan memerlukan bantuan tenaga kesehatan yang terlatih untuk mengatasinya. Penolakan pada awal laktasi bukan berarti bayi akan selalu menolak menyusu pada ibu, diperlukan kesabaran ibu untuk menghadapi hal ini.

  • Usia bayi.

Akan lebih mudah melakukan relaktasi pada bayi baru lahir sampai bayi berusia kurang dari 8 minggu.

  • Lamanya waktu laktasi berhenti.

Umumnya relaktasi akan lebih mudah bila waktu terhentinya laktasi belum lama.

  • Sudah mendapat makanan pendamping.

Relaktasi akan sulit dilakukan pada bayi yang sudah mendapat makanan pendamping. Dianjurkan untuk tidak mengenalkan makanan pendamping sebelum bayi berusia 6 bulan, kecuali saat bayi sudah berusia 4-5 bulan tidak mengalami kenaikan berat badan sesuai dengan umur dan jenis kelamin bayi.

  1. Hal yang berhubungan dengan ibu.
  • Motivasi ibu.
  • Lamanya waktu dari berhentinya menyusui.
  • Kondisi payudara ibu, adanya infeksi atau luka pada payudara maupun bentuk puting yang terbenam menjadikan alasan ibu berhenti menyusui.
  • Kemampuan ibu untuk berinteraksi dengan bayinya dan dukungan dari keluarga, lingkungan dan tenaga kesehatan.

Cara relaktasi yang bisa dilakukan di rumah :

  1. Menjaga agar bayi terus berada di dekat ibu dan tidak memberikan bayi kepada pengasuh.
  2. Lakukan kontak kulit antara ibu dan bayi sepanjang waktu.
  3. Memberikan payudara kepada bayi kapanpun bayi ingin menyusu.
  4. Membantu bayi mencapai payudara ibu dengan memerah ASI ke mulut bayi dan meletakkan bayi pada posisi yang tepat untuk melekat pada payudara ibu.
  5. Ibu harus bersabar ketika bayi mengamuk dan rewel. Cobalah menenangkan bayi dengan menggendongnya dalam suasana kamar yang tenang (boleh menyetel musik klasik). Setelah tenang, baru cobalah untuk menyusui bayi kembali. Begitu seterusnya sampai bayi mau menyusu/menetek langsung.
  6. Hindari penggunaan botol dot, empeng.
  7. Bila tindakan di atas tidak berhasil, ibu disarankan ke klinik laktasi atau RS terdekat yang bisa melayani rawat inap proses relaktasi.

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.