Hi, saya dr. Willey Eliot, M.Kes.

Nama saya dr. Willey Eliot, M.Kes. dan saya adalah seorang dokter laktasi, konsultan laktasi dan konselor laktasi. How can I help? Isi pesan Anda dan klik tanda panah untuk chatting dengan saya via whatsapp.

Rawat Gabung (Rooming In)

Rawat Gabung (Rooming In)

 Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi yang baik tidak menyediakan ruang tersendiri untuk bayi sehat. Sebab, perawatan bayi sehat yang terbaik adalah yang dilakukan oleh ayah dan ibunya sendiri. Rawat gabung memberi ibu dan ayah kesempatan untuk melakukan perawatan pada bayi baru lahir sendiri (seperti di rumah meskipun masih berada di rumah sakit, sambil tetap memungkinkan untuk meminta pertolongan petugas rumah sakit jika memang diperlukan). Rawat gabung dimulai sejak setelah persalinan sampai ibu dan bayi pulang ke rumah.

Paling ideal, rawat gabung dilaksanakan dengan meletakan bayi di tempat tidur disisi ibu atau yang disebut juga bedding in (satu tempat tidur dengan ibu). Hal ini akan lebih menghangatkan bayi, mendekatkan hubungan ibu dengan bayi dan ibu memberi respon tanda-tanda dari bayinya (ingin menyusu, buang air kecil, buang air besar, dll).

Banyak rumah sakit yang melakukan rawat gabung dengan meletakkan bayinya di box terpisah. Hal ini masih dapat dilakukan selama box diletakkan dalam jangkauan ibu. Namun, ada beberapa rumah sakit yang meletakkan box bayi di kaki ranjang ibu sehingga bayi tidak dalam jangkauan pandangan dan tangan ibu. Hal ini tentu amat menyulitkan ibu untuk dapat segera memberi respon pada keinginan kondisi bayinya.

Manfaat Rawat Gabung

  1. Membantu keberhasilan ASI eksklusif karena menyusui dapat dilakukan sesering dan sesuka bayi. Rawat gabung memungkinkan ibu mengawasi dan melihat sendiri tanda-tanda yang ditunjukkan bayi jika ia ingin menyusu. Waktu dan lama menyusui hanya dapat ditentukan oleh bayi. Jika bayi tidak berada dalam pengawasan ibu, dapatkan ibu mengetahui dan segera menyusui saat bayi perlu menyusu? Menyusui sesering dan sesuka bayi memberi banyak manfaat bagi ibu dan bayi, antara lain :
  • Mengurangi kejadian payudara bengkak.
  • Mengurangi kejadian kuning yang berlebihan pada bayi. Kuning terjadi pada 60% bayi sehat. Sebagian besar dari kuning tersebut tidak memerlukan tindakan dan pengobatan khusus jika kebutuhannya akan ASI tercukupi.
  • Membantu mempercepat keluarnya mekonium (tinja yang keluar pertama) karena ASI meningkatkan gerakan usus bayi. Cepatnya mekonium keluar akan mengurangi risiko bayi yang mengalami kuning yang memerlukan tindakan.
  • Penurunan berat badan yang secara normal tidak terjadi pada minggu pertama setelah lahir tidak akan melewati batas normal penurunan berat badan (maksimum 7,5-10% dari berat lahir) karena bayi dapat menyusu sesering dan selama ia mau.
  1. Bayi lebih tenang karena ibu dan ayah selalu ada untuknya. Tidak seperti bayi yang ditempatkan di kamar bayi, karena hanya sedikit perawat untuk semua bayi yang ada di kamar tersebut. Sehingga bayi tidak mendapatkan perhatian 100% seperti bila berada sekamar dengan orangtua nya.
  2. Mengurangi kemungkinan infeksi pada bayi. Khususnya melalui tali pusat bayi. Bayi yang berada pada kamar bayi memiliki risiko lebih tinggi untuk mendapatkan banyak kolonisasi kuman karena banyaknya jumlah bayi lain dan pergantian petugas perawat yang menjaga. Bayi yang berada di kamar sang ibu di rawat sendiri oleh ibu dan ayahnya saja. Tentunya perlu diingatkan agar kunjungan keluarga dapat dibatasi.
  3. Menurunkan kejadian depresi pasca persalinan.
  4. Meningkatkan rasa percaya diri ibu dan ayah (terutama bagi mereka yang baru memiliki anak pertama) bahwa ibu dan ayah dapat merawat bayinya sendiri dengan baik.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.