Hi, saya dr. Willey Eliot, M.Kes.

Nama saya dr. Willey Eliot, M.Kes. dan saya adalah seorang dokter laktasi, konsultan laktasi dan konselor laktasi. How can I help? Isi pesan Anda dan klik tanda panah untuk chatting dengan saya via whatsapp.

Perlukah Suplemen Zat Besi Pada Bayi ASI?

PERLUKAH SUPLEMEN ZAT BESI UNTUK BAYI?

Zat besi sangat dipelukan oleh tubuh anak untuk membentuk hemoglobin yang berfungsi mengangkat oksigen ke seluruh jaringan tubuh melalui darah. Bayi yang mengalami defisiensi atau kekurangan zat besi akan mengalami anemia yang bisa berdampak serius pada proses tumbuh kembangnya.

Di dalam ASI terlah terkandung zat besi, hanya saja jumlahnya tidak terlalu banyak. Di usia 4-6 bulan pertama kehidupannya, ASI memang dapat memenuhi kebutuhan zat besi si kecil. Hal ini karena bayi telah mendapat cadangan zat besi yang cukup dari transfer zat besi di trimester terakhir kehamilan. Selain itu, zat besi yang terkandung di dalam ASI juga mudah di serap oleh saluran cerna bayi.

Namun, di usia 6 bulan ke atas, kadar zat besi dari ASI sudah tidak lagi dapat memenuhi kebutuhannya. Ini disebabkan oleh aktivitas si kecil yang semakin banyak, mulai dari merangkak hingga berguling. Apabila si kecil tidak memperoleh zat besi dalam jumlah cukup, maka jumlah sel darah merahnya akan berkurang dan jaringan-jaringan tubuhnya akan menerima lebih sedikit oksigen dari yang dibutuhkannya. Salah satu dampak kekurangan zat besi ini adalah anemia.

Memenuhi kebutuhan zat besi si kecil dengan cara :

  1. Perbanyak makanan kaya zat besi saat masa kehamilan

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, pada trimester kehamilan terakhir, ibu dapat menyalurkan zat besi dari tubuh ibu ke janin. Oleh karena itu, ibu disarankan mengkonsumsi makanan dan minuman yang kaya zat besi, seperti hati ayam, hati sapi, daging sapi, ikan laut, telur, ubi, dll. Pastikan ibu mengkonsumsi salah satunya 2 x sehari. Hal ini berlaku juga selama ibu menyusui si kecil. Zat besi yang terkandung dalam ASI paling mudah dicerna oleh si kecil.

  1. Siapkan menu MPASI tinggi zat besi

Saat si kecil berusia 6 bulan, produksi zat besi dalam ASI sudah berkurang. Sebagai gantinya, ibu perlu menyiapkan MPASI kaya zat besi untuk memenuhi nutrisi bayi. Untuk menu MPASI, ibu bisa memberikan daging sapi giling, kuning telur, hati ayam, hati sapi, sayuran hijau, kacang-kacangan, ubi, tahu, dan makanan laut. Ibu bisa mengolahnya dalam bubur saring sehingga mudah dimakan si kecil.

  1. Berikan makanan bervitamin C

Vitamin C juga punya peranan penting untuk ketersediaan zat besi si kecil. Vitamin C dapat meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh hingga 2 kali lipat. Ibu bisa memasukkan sumber vitamin C, seperti jeruk, strawberry, brokoli, dan paprika ke menu MPASI si kecil.

Kekurangan zat besi pada bayi bisa mengakibatkan ADB (Anemia Defisiensi Besi), gejala-gejalanya antara lain :

  1. Nafsu makan berkurang
  2. Berat badan tidak kunjung bertambah
  3. Mudah sakit dan terserang infeksi
  4. Wajah yang pucat
  5. Bayi menjadi lebih aktif dan tidak tenang tapi cepat lelah
  6. Bayi takut untuk berinteraksi dengan orang
  7. Mudah lelah

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.