Hi, saya dr. Willey Eliot, M.Kes.

Nama saya dr. Willey Eliot, M.Kes. dan saya adalah seorang dokter laktasi, konsultan laktasi dan konselor laktasi. How can I help? Isi pesan Anda dan klik tanda panah untuk chatting dengan saya via whatsapp.

Mimisan Pada Anak

MIMISAN PADA ANAK

Mimisan adalah kondisi yang bisa menimpa semua orang, terutama lebih umum terjadi pada anak-anak pada usia 3-10 tahun. Dilapisan hidung terdapat pembuluh darah yang mana pada anak-anak pembuluh darah ini lebih rapuh dan mudah pecah. Oleh karena itulah anak-anak lebih sering mengalami mimisan dibandingkan dengan orang dewasa.

Alasan Medis Dibalik Kondisi Mimisan

Mimisan pada anak dapat terjadi oleh karena pengaruh cuaca yang sedang sangat kering atau kelembapan udara yang sangat rendah. Menghembuskan napas terlalu keras ketika buang ingus atau mengorek hidung terlalu dalam juga dapat menyebabkan terjadinya mimisan.

Penyebab lainnya yang sering dialami anak-anak adalah benturan pada hidung atau adanya benda asing yang masuk ke dalam hidung. Dari semua penyebab, flu dan alergi terhadap cuaca dingin dianggap sebagai penyebab terjadinya mimisan yang paling umum.

Berikut ini bisa menjadi langkah-langkah penanganan awal jika terjadi mimisan pada anak :

  1. Tenangkan anak agar moms lebih mudah melakukan pertolongan. Perlihatkan kepada anak bahwa kita terbiasa bersikap tenang dalam menghadapi hal ini.
  2. Dudukkan anak dengan posisi kepala agak menunduk. Minta agar dia tidak bersandar untuk menghindari kemungkinan darah mengalir dari saluran hidung bagian dalam ke tenggorokan, kerongkongan. Jika ini terjadi, kemungkinan dapat menyebabkan anak tersedak. Selain itu, anak bisa mengalami batuk atau muntah.
  3. Tutup hidung menggunakan tisu atau lap dengan cara menekan bagian hidung yang lunak. Memasukkan tisu atau lap ke hidung sebagai tampon dengan maksud menghentikan perdarahan. Tekan bagian hidung yang lunak tersebut selama sekitar 10 menit dengan kekuatan tekanan yang stabil. Tujuannya untuk menghentikan perdarahan.
  4. Setiap 10 menit, lepaskan, perhatikan, apakah perdarahan sudah berhenti atau belum.
  5. Jika perdarahan belum berhenti ulangi langkah tersebut.
  6. Mintalah anak bernapas melalui mulut.

Moms harus cepat tanggap dalam menilai keadaan anak. Segera bawa dia ke rumah sakit jika :

  1. Sudah melakukan pertolongan pertama dengan menekan hidungnya selama 10 menit, sebanyak 2 kali, tapi darah belum berhenti mengalir.
  2. Anak tampak lemas dan pucat, sulit diajak berkomunikasi, dan tubuh berkeringat.
  3. Darah yang keluar diperkirakan sudah terlalu banyak.
  4. Anak mengalami batuk atau muntah karena darah dari hidung terlanjur mengalir ke kerongkongan, lalu ke mulut dan mungkin tertelan.
  5. Mimisan terlalu sering, yaitu lebih dari 2 kali seminggu.

Langkah Pencegahan Mimisan Pada Anak

Beberapa penyebab mimisan pada anak dapat bunda antisipasi : antara lain dengan mencegah anak memasukkan benda asing ke hidung, mengajari anak untuk tidak menghembuskan napas terlalu kencang saat buang ingus, dan senantiasa mengawasinya bermain untuk mencegah benturan hidung anak dengan benda apapun. Pastikan kuku anak selalu dalam keadaan bersih dan tidak kuku panjang agar dia tidak melukai dirinya sendiri dengan membersihkan kotoran hidung.

Kini bunda sudah memahami cara-cara mengantisipasi mimisan pada anak. Bunda juga bisa mengajarinya secara baik-baik mengenai pentingnya menjaga keamanan diri sendiri.

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.