Hi, saya dr. Willey Eliot, M.Kes.

Nama saya dr. Willey Eliot, M.Kes. dan saya adalah seorang dokter laktasi, konsultan laktasi dan konselor laktasi. How can I help? Isi pesan Anda dan klik tanda panah untuk chatting dengan saya via whatsapp.

Mengapa Anak Demam Setelah Imunisasi?

MENGAPA ANAK DEMAM SETELAH IMUNISASI?

Hal yang paling ditakutkan para ibu setelah anaknya menerima imunisasi adalah suhu tubuh anak menjadi meningkat alias demam. Bahkan, beberapa ibu tidak ingin membawa ananya untuk imunisasi karena alasan ini. Bahkan membuat anak sehat, malah membuat anak sakit, pikir para ibu.

Namun, demam sebenarnya merupakan respon tubuh yang dialami anak setelah mendapat imunisasi. Hal ini sangat wajar terjadi pada semua anak yang mendapat imunisasi. Moms tidak perlu khawatir karena bila demam dapat ditangani dengan baik ini tidak akan menjadi masalah.

Imunisasi merupakan suatu cara untuk melindungi tubuh dari penyakit berbahaya sebelum penyakit tersebut kontak dengan kita. Imunisasi memanfaatkan mekanisme pertahanan alami dari tubuh, yaitu sistem imun atau sistem kekebalan tubuh, untuk membentuk pertahanan spesifik dan melawan infeksi virus.

Ketika anak diimunisasi, tubuh anak dimasukkan vaksin yang sudah jinak. Kemudian, tubuh akan memproduksi sebuah respon imun dengan cara yang sama seperti ketika tubuh sedang terkena penyakit, tetapi tanpa tubuh menunjukkan gejala penyakit tersebut. Dan ketika tubuh terpapar penyakit yang sama dimasa mendatang, sistem imun tersebut merespon dengan cepat untuk mencegah penyakit tersebut berkembang.

Saat membentuk respon imun setelah anak di imunisasi inilah tubuh meberikan respon, seperti demam, gatal, dan nyeri pada bekas suntikan. Tubuh membentuk sistem kekebalan tubuh baru gabungan dari vaksin imunisasi yang dimasukkan ke dalam tubuh, sehingga menyebabkan suhu tubuh meningkat (demam).

Namun, tidak semua imunisasi memberikan respon demam, beberapa mungkin menyebabkan demam, seperti imunisasi campak dan DPT (Difteri, Pertusis, dan Tetanus). Selain itu, tidak semua anak juga mengalami respon demam ini, ada yang demam dan ada juga yang tidak demam, setiap anak memberikan respon setelah imunisasi yang berbeda-beda.

Yang Harus Dilakukan Jika Anak Demam Setelah Imunisasi

Ya, demam merupakan respon tubuh yang normal setelah mendapat imunisasi. Biasanya suhu tubuh anak akan naik di atas 37,50C setelah mendapat imunisasi. Moms sebagai ibu hanya perlu menanganinya dengan baik agar demam cepat turun.

Bagi anak yang masih menyusu, pemberian ASI yang lebih sering kepada anak dapat meringankan demam anak. Penelitian yang diterbitkan oleh Pediatrics menunjukkan bahwa anak yang diberi ASI eksklusif lebih sedikit mengalami demam setelah imunisasi dari pada anak yang tidak menerima ASI eksklusif atau hanya menerima susu formula.

Alasan mengapa anak yang diberi ASI berkurang risikonya untuk mengalami demam setelah mendapat imunisasi sebenarnya belum jelas, tetapi mungkin ASI mengandung senyawa anti peradangan yang menurunkan risiko demam. Ini mungkin juga karena anaknya diberi ASI memiliki kemungkinan yang lebih sedikit untuk untuk kehilangan nafsu makan ketika sedang merasa kurang sehat karena menyusu dapat memberikan rasa nyaman pada anak saat sakit. Selain itu, anak yang menyusu ASI juga mendapatkan asupan yang lebih dari pada anak yang diberikan susu formula sehingga anak lebih cepat pulih dari demamnya. Imunisasi juga bekerja lebih baik pada anak yang mendapat ASI.

Moms juga dapat mengompres anak dengan air hangat sebagai upaya untuk menurunkan demam. Kompresan ini bisa diletakkan di lengan atau pada di mana suntikan diberikan. Pakaikan juga pakaian yang tipis kepada anak, tetapi pastikan anak tidak kedinginan. Biarkan anak istirahat dan tetap berikan ASI.

Kapan Harus Waspada?

Jika cara ini belum membantu meredakan demam anak, moms dapat memberikan paracetamol atau ibu profen. Pada dosis dan waktu yang tetap sesuai anjuran dokter. Sebaiknya segera bawa anak ke dokter jika anak sudah menunjukkan gejala : demam makin tinggi >400C, anak menangis lebih dari 3 jam pada satu waktu, menjadi lesu, kantuk berlebihan, dan mengalami kejang karena demam sangat tinggi.

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.