Hi, saya dr. Willey Eliot, M.Kes.

Nama saya dr. Willey Eliot, M.Kes. dan saya adalah seorang dokter laktasi, konsultan laktasi dan konselor laktasi. How can I help? Isi pesan Anda dan klik tanda panah untuk chatting dengan saya via whatsapp.

Kejang Demam

KEJANG DEMAM

 Kejang demam adalah kejang yang terjadi pada anak akibat kenaikan suhu tubuh secara drastis dan mendadak. Kondisi ini biasanya terjadi ketika anak menderita sebuah infeksi. Kejang demam terjadi pada anak usia 6 bulan hingga 3 tahun.

Kejang demam merupakan respon dari otak anak terhadap demam, dan biasanya dihari pertama demam. Namun setelah demam mencapai tingkat suhu yang tinggi , risiko biasanya akan menurun. Kejang demam memang terlihat mengerikan, namun umumnya tidak berbahaya bagi anak yang mengalaminya.

Faktor yang dapat memperberat risiko terjadinya kejang demam adalah :

  1. Risiko seorang anak mengalami kejang demam akan lebih besar jika ada anggota keluarganya yang juga mengalami hal yang sama.
  2. Anak usia 6 bulan hingga 5 tahun lebih berisiko terkena kejang demam dibandingkan anak yang berusia diluar itu.

Gejala Kejang Demam

Gejala kejang demam berbeda-beda, tergantung pada tingkat keparahannya. Dalam tingkatan yang masih tergolong ringan hingga menengah, gejala yang muncul biasanya berupa mata yang tampak terbuka lebar (terbelalak). Sedangkan pada tingkat keparahan yang lebih tinggi, gejala bisa berupa tubuh yang megejang atau otot-otot menegang. Kejang demam sering sekali terjadi dalam kurun waktu 24 jam setelah terjadinya infeksi. Pada tubuh anak, saat mengalami kejang demam, anak juga bisa menunjukkan beberapa gejala lain, seperti :

  1. Lengan dan kaki bergerak tidak terkontrol.
  2. Bola mata tampak menatap ke atas.
  3. Kehilangan kesadaran.
  4. Muntah.
  5. Mulut berbusa.

Kejang demam terjadi akibat lonjakan atau kenaikan suhu tubuh anak secara drastis ketika mengalami demam. Yang bisa menjadi pemicunya, yaitu : infeksi, baik itu akibat virus ataupun bakteri.

Ada 6 Hal Yang Harus Dilakukan Saat Anak Kejang

Anak usia 6 bulan-5 tahun rentan mengalami kejang demam. Kejang demam terjadi jika suhu tubuh anak mencapai 380C atau lebih. Ciri khasnya, anak mengalami demam dulu, lalu jika suhunya tinggi, ia bisa sampai kejang yang ditandai dengan tubuh kaku kelejotan, mata mendelik, dan kadang lidah sampai tergigit.

Demamnya sendiri bisa diakibatkan karena banyak faktor, seperti virus, bakteri, penyakit-penyakit lain, sampai efek pasca imunisasi DPT dan MMR. Biasanya kejang demam terjadi pada anak yang memang punya faktor genetik kejang. Umumnya kejang berlangsung kurang dari 5 menit dan tidak akan terulang kembali lebih dari 1 kali selama 24 jam.

Jika ini terjadi pada anak, jangan panik ! lakukan 6 hal berikut :

  1. Letakkan anak di permukaan datar dan rata, jauhkan dari benda berbahaya. Jangan tahan gerakan kejang karena bisa sebabkan patah tulang.
  2. Miringkan tubuhnya agar tidak tersedak dengan muntahannya (jika ada). Jangan letakkan apapun dalam mulutnya saat anak sedang kejang.
  3. Untuk mencegah agar lidah tidak tergigit, masukkan sendok yang dibalut dengan handuk atau sejenisnya yang berbahan lembut diantara gusi dan lidah.
  4. Catat durasi kejangnya, meski sangat singkat. Pergi ke dokter bila kejang sudah berhenti dan berikan informasi itu.
  5. Jika kejang tidak reda lebih dari 3 menit, tubuh anak membiru, muntah terus dan susah bernapas, segera bawa ke rumah sakit.
  6. Jika sudah pernah alami kejang demam sebelumnya, dokter mungkin memberi obat kejang yang dapat diberikan di dubur. Beri obat itu sesuai instruksi.

Cara mencegah kejang demam adalah dengan memberikan anak obat penurun panas (acetaminophen atau ibu profen) saat mengalami demam tinggi.

Meski tampak menakutkan, kejang demam tidak merusak otak, tidak megganggu kecerdasan anak, dan akan menghilang saat anak tumbuh besar. Bunda perlu khawatir jika kejang masih terjadi saat usia anak sudah lebih dari 5 tahun.

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.