Hi, saya dr. Willey Eliot, M.Kes.

Nama saya dr. Willey Eliot, M.Kes. dan saya adalah seorang dokter laktasi, konsultan laktasi dan konselor laktasi. How can I help? Isi pesan Anda dan klik tanda panah untuk chatting dengan saya via whatsapp.

Gumoh

GUMOH

Gumoh normal dialami oleh sebagian besar bayi pada usia 0-12 bulan. Gumoh bukan muntah. Gumoh yaitu keluarnya sebagian isi lambung tanpa didahului rasa mual dan tanpa peningkatan tekanan dalam perut bayi. Dengan kata lain, isi lambung tersebut mengalir begitu saja. Gumoh terjadi karena :

  1. Lambung bayi masih berada dalam posisi anak mendatar, belum cukup tegak seperti posisi lambung pada anak yang lebih besar atau orang dewasa.
  2. Sebagian lambung bayi masih berada pada rongga dada.
  3. Fungsi penutupan mulut lambung dan esophagus (saluran cerna atas) belum sempurna.
  4. Karena diberi ASI atau susu lebih banyak dari kebutuhan bayi.

Ukuran, letak, posisi, dan fungsi lambung akan membaik seiring dengan bertambahnya usia sehingga gumohpun akan berkurang dan menghilang. Secara umum, gumoh mulai berkurang sekitar usia 6 bulan. Namun gumoh perlu di evakuasi lebih lanjut (dibawa ke dokter anak), jika :

  1. Lebih dari 4 kali dalam 24 jam.
  2. Berat badan bayi lebih meningkat sesuai kurva pertumbuhannya.
  3. Masih terjadi setelah bayi berusia diatas 12 bulan.

Cara Mengatasi Gumoh

  1. Menyusui hanya pada satu payudara. Payudara yang lain digunakan untuk menyusu pada kesempatan berikutnya, kecuali bayi masih menunjukkan keinginannya untuk menyusu lagi.
  2. Menyendawakan bayi dengan cara menegakkan bayi dalam posisi berdiri menghadap dada ibu dan diberi tepukan ringan pada punggung bayi selama beberapa saat. Proses penyendawaan kadang diikuti dengan bunyi khas yang timbul akibat gerakan peristaltic esophagus, tetapi hal ini tidak harus terjadi.
  3. Setelah selesai menyusu, bayi diletakkan atau digendong dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki sekitar 30-450.
  4. Tidak mengayun/ menggoyang/ memijat bayi (terutama daerah perut) atau melakukan senam bayi sesaat setelah bayi menyusu.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.