Hi, saya dr. Willey Eliot, M.Kes.

Nama saya dr. Willey Eliot, M.Kes. dan saya adalah seorang dokter laktasi, konsultan laktasi dan konselor laktasi. How can I help? Isi pesan Anda dan klik tanda panah untuk chatting dengan saya via whatsapp.

Dehidrasi Pada Bayi

DEHIDRASI PADA BAYI

Si kecil dikatakan mengalami dehidrasi saat tubuhnya tidak memiliki cairan sebanyak yang ia perlukan. Menurut para ahli, bayi dan balita cenderung lebih rentan mengalami dehidrasi dibandingkan ayah dan ibunya. Kondisi ini dapat terjadi saat asupan cairan si kecil lebih sedikit dari pada cairan yang keluar, melalui beberapa sebab diantaranya : muntah, diare, demam, pipis dan berkeringat. Dampak dehidrasi pada si buah hati bergantung pada tingkat keparahan, mulai dari ringan hingga sampai mengancam jiwa.

Tanda-Tanda Bayi Mengalami Dehidrasi

Tanda-tanda si kecil mengalami dehidrasi akan berlangsung pada tingkat keparahan kondisinya. Berikut ini gejala umum saat si kecil mulai mengalami dehidrasi :

  1. Lebih dari 7 jam tidak pipis, pipisnya berkurang (normal > 6 kali/hari)
  2. Bibir tampak kering bahkan nampak pecah-pecah
  3. Ketika bayi nangis, tidak ada air mata yang keluar
  4. Ketika pipis, urine nampak lebih gelap (kuning gelap) dan bau yang lebih tajam

Saat si kecil mengalami dehidrasi serius, gejala berikut ini akan mulai tampak :

  1. Mata sayu dan hanya tampak bagian putihnya saja
  2. Tangan dan kaki hanya terasa lebih dingin dan muncul bercak-bercak berwarna gelap
  3. Ubun-ubun tampak lebih cekung
  4. Selalu nampak lemah dan mengantuk (kurang aktif)

Tips Pencegahan Dehidrasi Pada Bayi

  1. Upaya yang paling mudah untuk mencegah dehidrasi pada bayi adalah dengan memberikan cukup cairan baik dari ASI atau sumber cairan lainnya terutama saat cuaca sedang terik atau mereka sedang sakit. Bayi dengan usia 6 bulan ke atas dapat di beri air putih/jus buah/sup/susu kacang kedelai/susu kacang almond/oralit (bila bayi diare), sebagai tambahan ASI yang mereka minum (yang penting ada cairan yang masuk).
  2. Cairan oralit boleh diberikan kepada bayi atas saran dokter bila usia < 6 bulan terkena diare. Sedangkan bayi usia > 6 bulan yang masih menyusu, bila bayi tidak mau menyusu langsung, maka harus aktif memberikan ASI perah dengan sendok atau media lain pemberian ASIP (jangan pakai dot) !
  3. Tindakan yang harus dilakukan saat bayi mengalami dehidrasi : bayi yang menunjukkan gejala dehidrasi serius harus segera di bawa ke dokter untuk segera ditangani. Dokter akan memberikan asupan cairan lewat selang infus sampai kebutuhan cairan tubuhnya terpenuhi. Jika si kecil mengalami dehidrasi ringan, dokter akan merekomendasikan untuk memperbanyak asupan cairan bagi si kecil dengan memberikan ASI.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.