Hi, saya dr. Willey Eliot, M.Kes.

Nama saya dr. Willey Eliot, M.Kes. dan saya adalah seorang dokter laktasi, konsultan laktasi dan konselor laktasi. How can I help? Isi pesan Anda dan klik tanda panah untuk chatting dengan saya via whatsapp.

DBD (DEMAM BERDARAH DENGUE) PADA IBU MENYUSUI

DBD (DEMAM BERDARAH DENGUE) PADA IBU MENYUSUI

DBD adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang di bawa oleh nyamuk. Penyakit demam berdarah yang ringan dapat menyebabkan demam tinggi, ruam, dan nyeri otot dan sendi. Sedangkan penyakit demam berdarah yang parah, atau juga dikenal dengan dengue hemorrhagic fever, dapat menyebabkan perdarahan serius, penurunan tekanan darah yang tiba-tiba drastis dan bahkan bisa berujung kematian.

Gejala Demam Berdarah

  1. Demam tinggi mendadak
  2. Nyeri pada otot
  3. Sakit kepala parah dan sakit pada bagian belakang mata
  4. Mual dan muntah
  5. Kelelahan

Kenali 3 Fase Sakit Demam Berdarah

  1. Fase Demam

Pada fase ini, penderita akan mengalami demam secara tiba-tiba hingga mencapai 400C selama 2-7 hari. Munculnya demam tinggi pada kasus demam berdarah sering kali disertai dengan muka kemerahan, kulit memerah, nyeri seluruh tubuh, nyeri otot, dan sakit kepala. Namun, bila demam berlangsung selama lebih dari 10 hari, maka kemungkinan demam tersebut bukanlah gejala demam berdarah.

  • Fase Kritis

Fase ini biasanya menjadi “pengecoh” karena penderita merasa sembuh dan dapat melakukan aktivitas kembali. Pasalnya, fase kritis ini ditandai dengan penurunan suhu tubuh hingga 370C ke suhu normal.

Selama masa transisi dari fase demam ke fase kritis, pasien memasuki risiko tertinggi untuk mengalami kebocoran pembuluh darah. Indikasi dini kebocoran pembuluh darah tersebut dapat dilihat saat penderita demam berdarah mengalami muntah secara terus-menerus, mimisan, pembesaran organ hati atau nyeri perut yang tak tertahankan.

  • Fase Penyembuhan

Bila pasien DBD berhasil melewati fase kritisnya, penderita demam berdarah akan kembali merasakan demam. Namun, hal ini tidak perlu khawatir. Pasalnya, kondisi ini merupakan fase penyembuhan di mana trombosit akan perlahan naik dan normal kembali.

Bahayanya Jika Demam Berdarah Tidak Mendapatkan Penanganan Segera

Gejala-gejala tersebut perlu diperhatikan dan harus segera menerima penanganan secepatnya. Sebab bila sudah muncul ruam merah pada kulit, bukan hanya pada wajah tetapi juga bisa muncul pada bagian telapak tangan atau bawah kaki atau bagian tubuh lainnya, maka ini artinya DBD sudah memasuki fase kritis.

Untuk mengobati saat terkena DBD, virus yang menyerang keping darah (trombosit) dan menyebabkan jumlahnya menjadi berkurang. Nah, untuk membantu mengatasi hilangnya trombosit, bunda bisa mengkonsumsi buah jambu biji yang mengandung trombinol dan quercetin baru dan menghentikan pertumbuhan virus. Bukan hanya untuk DBD, jus buah jambu biji juga dapat mempercepat proses penyembuhan demam biasa.

Adapun beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan ibu saat menyusui ketika terkena demam berdarah :

  1. Pastikan untuk selalu berkomunikasi dengan dokter. Informasikan bahwa ibu sedang menyusui agar dokter dapat memberikan obat-obatan yang aman untuk ibu menyusui.
  2. Biasanya saat sakit, kita jadi malas makan atau minum. Demi nutrisi optimal, sebaiknya tetap perhatikan asupan nutrisi kita.
  3. Bila ibu di rawat di RS, perhatikan juga kondisi ruangan rumah sakit. Perlu diingat, bayi rentan terhadap infeksi (makanya di berbagai rumah sakit pasti ada aturan balita di larang masuk). Selain itu, ibu yang sakit DBD perlu mendapatkan istirahat cukup. Jika memang memungkinkan untuk memberikan ASIP, lebih baik berikan ASIP untuk bayi di rumah. Pompa ASI secara rutin untuk mempertahankan produksi ASI.
  4. Tetap rutin mengosongkan payudara setiap harinya agar mempertahankan produksi ASI, jaga asupan nutrisi yang mencukupi, istirahat yang cukup.
  5. Bila ibu di rawat di rumah, dianjurkan sebaiknya untuk tetap menyusui

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.