Hi, saya dr. Willey Eliot, M.Kes.

Nama saya dr. Willey Eliot, M.Kes. dan saya adalah seorang dokter laktasi, konsultan laktasi dan konselor laktasi. How can I help? Isi pesan Anda dan klik tanda panah untuk chatting dengan saya via whatsapp.

Bingung Puting

BINGUNG PUTING

Banyak nih yang pernah mengalami kasus seperti ini : “Dokter, semakin lama hasil ASIP saya semakin menurun jumlahnya. Pasalnya, saya memberikan ASIP dengan media dot atau botol. Apakah itu artinya bayi saya bingung puting?”

Ya benar. Itu yang dinamakan bingung puting. Penggunaan dot menyebabkan si kecil bingung puting. Khususnya saat moms masih belum mantap menyusui. Ingat, bayi itu makhluk yang pintar. Dia tahu dan cepat belajar untuk mengetahui mana cara yang paling mudah dan paling cepat untuk mendapatkan makanannya. Saat dia menyusu langsung ke payudara moms, dia harus bekerja keras untuk mendapatkan ASI sedikit demi sedikit. Sedangkan saat bayi menyusu pada botol, dia bisa mendapatkan lebih banyak ASI tanpa harus bekerja keras untuk menghisap.

Cara kerja bayi untuk menyusu langsung ke payudara moms berbeda dengan cara kerja bayi saat menyusu dengan dot atau menghisap empeng. Ketika bayi menyusu langsung ke payudara terdapat koordinasi yang bersamaan antara lidah bayi, rongga mulut, dan gerakan rahang. Mulut bayi akan terbuka lebar dan puting ada dilangit-langit belakang dan sebagian besar sampai seluruh areola masuk ke dalam mulut bayi. Berbeda dengan saat bayi menyusu dengan dot, bayi tidak harus membuka mulut lebar saat dot masuk ke mulutnya. Aliran susu lebih mudah didapat dan bayi menggunakan kedua bibirnya untuk menghisap. Bayi tidak perlu usaha banyak untuk mendapat susu dari botol (dot).

Bayi yang sudah kenal dan terbiasa dengan dot akan  merekam proses menyusu seperti saat mengedot. Pada akhirnya, si bayi bisa menjadi malas atau lupa bagaimana mekanisme yang benar saat bertemu dengan payudara ibunya.

Apa saja yang bisa terjadi saat di kecil mulai bingung puting? Beberapa hal yang akan dihadapi saat si kecil bingung puting :

  1. Bayi akan kesulitan untuk mendapatkan perlekatan yang benar saat menyusu pada payudara moms. Kelihatannya si kecil tidak langsung bingung puting karena masih mau menyusu saat disodori payudara, hanya saja saat ini refleks hisapannya mulai berkurang. Saat menyusui terkadang sering dilepas, tidak seperti sebelumnya yang semangat untuk menghisap dan bayi lebih banyak “ngempeng” pada payudara.
  2. Bayi tidak betah untuk menyusu langsung pada ibunya. Bayi mau menyusu pada moms, tetapi durasinya hanya sebentar.
  3. Bayi sama sekali menolak untuk menyusu.
  4. Payudara yang sakit dan tidak kunjung sembuh karena perlekatan yang tidak tepat menyebabkan payudara moms menjadi lecet dan sakit. Jika posisi perlekatan tidak dibenahi, maka lecet dan sakit di payudara akan lebih lama sembuhnya.

Tips bagi moms saat ingin menyusui si kecil yang bingung puting :

  1. Saat mengajak si kecil yang sudah mulai enggan menyusu, buatlah diri moms senyaman mungkin. Bayi bisa merasakan apa yang moms rasakan. Saat moms merasa tegang dan stres maka bayi juga akan melakukan hal yang sama.
  2. Ingatlah, kebanyakan bayi yang bingung puting masih bisa dirayu untuk menyusu langsung dari ibunya dalam waktu 1 hingga 2 jam, tapi bisa juga lebih dari itu.
  3. Bayi akan mulai merasa frustasi pada payudara moms karena aliran ASI tidak sederas dot. Cobalah untuk memerah ASI dan oleskan di payudara dan bibir si kecil saat moms memegang si kecil pada posisi menyusui
  4. Perahlah ASI sebelum moms mulai menyusui si kecil agar tidak ada ASI yang tersumbat dan si kecil bisa mendapatkan ASI segera setelah perlekatannya tepat.
  5. Tawarkan si kecil untuk menyusu pada moms saat mulai mengantuk. Bayi yang sedang mengantuk biasanya akan lupa dengan dot nya dan lebih memilih payudara moms.
  6. Tidurlah dengan si kecil dan biarkan payudara moms terbuka. Posisikan wajah si kecil dekat dengan payudara. Si kecil akan mencium bau khas moms dan ASI. Hal ini biasanya membuat si kecil mau menyusu kembali.
  7. Perbanyaklah kontak kulit dengan si kecil (skin to skin), sesering mungkin.
  8. Mandilah bersama si kecil dengan air hangat. Kontak kulit si kecil dengan moms saat mandi bersama membuat si kecil rileks dan nyaman.
  9. Batasi bayi moms dengan dot dan empeng. Bahkan, sebaiknya buang semua dot dan empeng agar proses menyusui bisa kembali berjalan lancar.
  10. Jika si kecil menolak untuk menyusu langsung, maka perahlah selalu payudara moms. Moms harus tetap menjaga produksi ASI agar jumlahnya tidak menurun. Berikan ASIP menggunakan gelas, sendok, cup feeder, atau soft cup feeder.
  11. Yang memberikan ASIP harus orang lain, tidak boleh ibunya. Ibunya hanya fokus untuk menyusui langsung.
  12. Apabila cara di atas tidak berhasil dilakukan, segeralah konsultasi ke dokter laktasi.karena semakin muda usia bayi, tingkat keberhasilannya lebih tinggi.

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.