Hi, saya dr. Willey Eliot, M.Kes.

Nama saya dr. Willey Eliot, M.Kes. dan saya adalah seorang dokter laktasi, konsultan laktasi dan konselor laktasi. How can I help? Isi pesan Anda dan klik tanda panah untuk chatting dengan saya via whatsapp.

Biang Keringat (Miliaria)

BIANG KERINGAT (MILIARIA)

Biang keringat memiliki nama medis yang cantik loh moms, yaitu Miliaria atau lebih di kenal dengan sebutan keringat buntet. Miliaria adalah penyakit kulit umum yang mengenai kelenjar keringat Ecrine.

Hal ini sering terjadi karena peningkatan lingkungan yang panas dan kelembapan yang tinggi. Miliaria disebabkan oleh keringat berlebihan, tetapi tidak dapat keluar karena tersumbatnya saluran kelenjar keringat sehingga keringat merembes ke lapisan permukaan epidermis atau dermis dan tidak melalui jalur yang normal.

Berikut ada 3 tipe Miliaria berdasarkan letak terjadinya sumbatan :

  1. Miliaria Crystalinna, sumbatan terjadi di bagian atas lapisan kulit, yaitu pada lapisan stratum korneum. Gejala klinisnya berupa gelembung kecil berukuran 1-2 mm berisi cairan jernih seperti tetesan air, namun tanpa disertai munculnya kulit kemerahan. Lokasi timbulnya ruam adalah dahi, leher, punggung, dan dada.
  2. Miliaria Rubra, sumbatan yang terjadi di bagian tengah lapisan kulit. Gejala klinisnya berupa gelembung kecil-kecil berukuran 1-2 mm dan disertai kemerahan pada kulit seperti terbakar matahari. Itulah alasan disebut miliaria rubra karena rubra berarti merah. Pada kasus ini, gelembung lebih berkelompok-kelompok dan beragam bentuknya, disertai keluhan sangat gatal dan pedih bila berkeringat. Biang keringat jenis ini yang paling sering sekali terjadi dan sering ditemukan. Lokasi timbulnya ruam biasanya di bagian leher serta lipatan ketiak dan paha.
  3. Miliaria Profunda, sumbatan yang terjadi di bagian dalam lapisan kulit. Sesuai namanya, profunda artinya dalam. Gejala klinisnya berupa gelembung-gelembung kecil berukuran 1-3 mm dan tidak disertai kulit kemerahan. Lokasi timbulnya ruam ada pada badan dan lengan serta kaki. Miliaria profunda tidak menimbulkan rasa gatal dan merupakan jenis biang keringat jenis yang paling jarang ditemui.

 Apa Penyebab Biang Keringat?

  1. Pada kebanyakan bayi disebabkan belum sempurnanya Kelenjar Keringat Ecrine sehingga kelenjar ini mudah pecah ketika bayi berkeringat dan memicu terjadinya biang keringat pada bayi.
  2. Adanya sumbatan pada kulit.
  3. Tertutup pakaian yang tidak menyerap keringat.
  4. Ketidaksempurnaan tubuh untuk beradaptasi dengan keadaan cuaca yang lebih panas dan lebih lembap.
  5. Lingkungan yang panas dan lembap. Misalnya iklim tropis di negara kita yang memicu munculnya biang keringat.
  6. Adanya bakteri streptococci. Salah satu jenis bakteri yang paling banyak ditemukan pada kondisi biang keringat.
  7. Radiasi sinar UV (Ultra Violet). Sinar UV dapat memicu biang keringat, khususnya jenis miliaria crystalinna.

Yang harus dilakukan bila si kecil terkena biang keringat (Miliaria) :

  1. Jagalah kebersihan lingkungan. Buat lingkungan atau kamar bayi dan anak moms selalu bersih, tidak panas, dan tidak lembap. Pastikan sirkulasi udara kamar baik.
  2. Memakai pakaian yang mudah menyerap keringat dan nyaman digunakan serta tidak terlalu ketat.
  3. Sering mengganti baju bayi ketika cuaca panas agar tetap kering dan bersih. Jangan membiarkan bayi menggunakan pakaian yang lembap terkena keringat dalam waktu lama. Hal ini akan memicu munculnya biang keringat.
  4. Hindari pemakaian bedak tabur atau lotion ketika cuaca panas dan kulit bayi basah atau lembap. Pemakaian bedak atau lotion justru memperberat kerja kulit dan menyumbat pori-pori kulit, serta memicu terjadinya biang keringat yang lebih parah.
  5. Berikan lotion kalamin (calamine) dan salep hidrokortison jika anak merasa sangat gatal dan sangat terganggu.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.