Hi, saya dr. Willey Eliot, M.Kes.

Nama saya dr. Willey Eliot, M.Kes. dan saya adalah seorang dokter laktasi, konsultan laktasi dan konselor laktasi. How can I help? Isi pesan Anda dan klik tanda panah untuk chatting dengan saya via whatsapp.

Bayi Tersedak

BAYI TERSEDAK

“Dokter, anak saya uumur 2 bulan, setiap menyusu selalu tersedak dan batuk sampai wajahnya kemerahan, itu karena ASI saya yang sangat deras. Apakah berbahaya dok bila tersedak terus-terusan, katanya bias berbahaya bagi paru-paru?

Pemberian ASI merupakan yang paling baik untuk bayi anda, karena ASI memenuhi kebutuhannya 100 % dengan komposisi yang tepat dan sesuai untuk kebutuhannya. Pada kondisi bayi yang sering tersedak, dikhawatirkan cairan masuk ke dalam paru-paru dan dapat menyebabkan infeksi pada paru. Jika terjadi infeksi pada paru akibat seringnya tersedak dapat menimbulkan gejala seperti sesak nafas, batuk, bunyi nafas grok grok. ASI yang keluar deras bukan masalah melainkan sesuatu yang patut disyukuri, artinya produksi ASI dan pengeluaran ASI bekerja dengan sangat baik.

Bila bayi tersedak saat minum ASI akibat pengeluaran ASI yang sangat deras yang perlu dilakukan adalah :

  1. Berhentikan permberian ASI sesaat, saat bayi dalam kondisi batuk ataupun sesak nafas, dalam kondisi tersebut risiko terjadi aspirasi (tersedak lebih tinggi).
  2. Jika bayi muntah, segera miringkan bayi ke kiri/kanan agar muntah tidak masuk ke dalam saluran pernapasan.
  3. Setelah menyusui, sebaiknya posisikan kepala bayi lebih tinggi, agar tidak terjadi gumoh atau muntah.

Posisi ibu ketika menyusui bila ASI terlalu deras :

  1. Atur posisi menyusui dengan posisi bayi setengah duduk atau posisi kepala bayi lebih tinggi dari badannya
  2. Ibu menyusui dengan posisi ibu setengah tidur atau tidur dengan bantal tinggi dan kemudian menyusui bayi dengan meletakkannya di dada.
  3. ASI dikeluarkan atau diperah sedikit sebelum menyusui, baru kemudian menyusui bayi seperti biasa.
  4. Bila ke 3 hal tersebut sudah dilakukan, bayi masih tersedak maka sebaiknya ibu segera berkonsultasi ke dokter laktasi atau konselor laktasi terdekat untuk memeriksa apakah ada masalah pada bayinya (seperti tongue tie, dll).

 

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.