Hi, saya dr. Willey Eliot, M.Kes.

Nama saya dr. Willey Eliot, M.Kes. dan saya adalah seorang dokter laktasi, konsultan laktasi dan konselor laktasi. How can I help? Isi pesan Anda dan klik tanda panah untuk chatting dengan saya via whatsapp.

Bayi Growth Spurt

BAYI GROWT SPURT

Pernah nggak si kecil terlihat selalu ingin menyusu sepanjang hari, tidak kenyang-kenyang, tidurnya sering terbangun, dan lebih rewel? Jika pernah, bisa jadi itu adalah fase growth spurt yang dialami anak.

Growth spurt adalah percepatan pertumbuhan pada anak di mana kondisi fisiknya berkembang lebih cepat dari hari biasanya. Growth spurt terjadi saat bayi berusia 7-10 hari, 2-3 minggu, 4-6 minggu, 3 bulan, 4 bulan, 6 bulan, 9 bulan, dan 12 bulan. Biasanya terjadi dalam 2-3 hari atau bahkan 1 minggu.

Sebenarnya ini tidak terjadi pada bayi saja, tapi juga terjadi pada anak-anak di atas 1 tahun sampai usia remaja. Ciri-cirinya saat ini terjadi adalah anak-anak makan lebih banyak dari biasanya dan tidur lebih lama dari biasanya.

Tanda Bayi Growth Spurt

  1. Sering Menyusu

Bayi jadi lebih sering menyusu, kadang tiap 20 menit sekali. Jadi jangan khawatir ASI kurang ya karena produksi ASI pun akan menyesuaikan kebutuhan bayi yang growth spurt.

  1. Pola Tidur Berubah

Si kecil mungkin akan tidur lebih lama saat siang, dan menyusu lebih banyak saat malam.

  1. Kepribadian Bayi atau Anak Berubah.

Anak yang biasanya serba ingin tahu dan mengeksplor, berubah jadi ingin menempel terus ke ibu, penakut, dan ragu-ragu.

  1. Anak Rewel

Kadang saat growth spurt, si kecil lebih rewel dan maunya nempel terus ke ibunya.

Menghadapi Anak Growth Spurt

  1. Baby Wear

Berhubung si kecil inginnya nempel terus, ibu bisa baby wear alias menggendong si kecil terus. Pilih gendongan yang nyaman saat kedua tangan bisa bebas melakukan apapun.

  1. Kosongkan Jadwal

Saat tanda growth spurt terlihat, kosongkan jadwal ibu jika memungkinkan karena di periode ini si kecil akan jadi “high need baby” (kebutuhan bayi terhadap kehadiran ibu meningkat alias lebih manja.

  1. Susui Anak Sesuai Keinginannya

Ikuti “tanda” dari si kecil. Biarkan ia menyusu selama dan sesering yang ia mau. Dengan begitu, produksi ASI akan tetap terjaga karena prinsip ASI adalah supply by demand.

  1. Perhatikan Payudara

Selama growth spurt, produksi ASI akan lebih banyak, membuat payudara lebih penuh dan membengkak. Jika terjadi, kompres dingin untuk hilangkan nyeri dan kompres hangat sebelum menyusu.

  1. Perhatikan Nutrisi Ibu

Si kecil akan sering sekali menyusu, jadi konsumsilah makanan bernutrisi dan minum banyak cairan selama anak growth spurt.

Saat mengalami growth spurt, jangan galau ASI nggak cukup ya moms. Selama kita sering menyusui si kecil, produksi ASI akan menyesuaikan dengan kebutuhannya kok. Jadi tidak usah terintimidasi sama apa kata orang yang nyuruh  tambah sufor. Yang penting, bayi tetap menunjukkan tanda cukup ASI.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.