Hi, saya dr. Willey Eliot, M.Kes.

Nama saya dr. Willey Eliot, M.Kes. dan saya adalah seorang dokter laktasi, konsultan laktasi dan konselor laktasi. How can I help? Isi pesan Anda dan klik tanda panah untuk chatting dengan saya via whatsapp.

Baby Blues

Dokter, saya ibu baru dan usia anak saya baru 1 minggu, tapi kenapa saya ngerasa sedih ya? Saya nggak tau sedihnya kenapa, apakah ini yang namanya baby blues?

Halo bunda, baby blues itu sebenarnya suatu sindrom atau gangguan psikologis atau kegelisahan yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon di dalam tubuh bunda saat hamil dan pasca melahirkan. Belum seimbangnya hormon ini sering kali membuat bunda cepat sekali berubah mood atau menjadi makin sensitif.

Memiliki anak itu memang sangat menyenangkan. Para bunda biasanya masih bereuforia terhadap kedatangan buah hati yang telah dinantikan sekian lama dan merasa sangat dicintai oleh suami. Namun, banyak bunda yang secara tidak sadar mengalami gejala dan tanda tertekan akibat belum seimbangnya hormon di dalam tubuh atau yang dikenal dengan sebutan baby blues.

Tanda-Tanda Baby Blues :

  1. Merasakan ketidakbahagiaan berkepanjangan
  2. Tidak mampu berfikir jernih dan sulit berkonsentrasi
  3. Tidak bersemangat dan daya ingat merosot
  4. Merasa tidak berguna atau merasa bersalah
  5. Merasa putus asa hingga muncul perasaan ingin bunuh diri
  6. Mengalami gangguan pola tidur, tidak nafsu makan, atau malah sangat bernafsu makan
  7. Merasa ketakutan dan mudah tersinggung
  8. Mudah lelah meski tidak banyak bekerja
  9. Menurunnya kemesraan terhadap pasangan, bahkan tidak bernafsu melakukan hubungan seksual
  10. Gelisah, panik, dan jantung berdebar-debar
  11. Lebih suka mengurung diri di kamar atau di rumah dan menghindari kontak dengan orang lain

Stress tersebut akan semakin menjadi-jadi ketika bunda memendam kekhawatiran “Apakah bisa menjadi bunda yang baik? Cukupkah ASI yang di dapat anak? Kenapa anak menangis terus?” Selain itu, faktor emosional juga mempengaruhi gejala ini. Misalnya saat bunda mencemaskan kondisi anak dan mencemaskan masa transisi menjadi seorang ibu.

 Lalu bagaimana cara menghindari baby blues?

  1. Yakinkan diri sendiri bahwa bunda adalah wanita hebat, seorang bunda yang baik bagi anak, dan mengasuh anak, serta membesarkan anak dengan baik. Yakinlah juga bahwa suami dan keluarga akan selalu membantu dan mendukung bunda dalam melakukan pengasuhan terhadap anak tercinta.
  2. Mintalah bantuan suami untuk mengurus anak dan urusan atau pekerjaan rumah tangga saat bunda sedang istirahat, setidaknya di minggu pertama pasca melahirkan.
  3. Jika suami tidak memungkinkan untuk ikut membantu dalam mengurus anak atau pekerjaan rumah tangga, mintalah suami menyediakan 1 orang asisten rumah tangga atau saudara untuk menemani dan membantu bunda, setidaknya selama 35 hari pertama setelah melahirkan.
  4. Untuk para suami, memenuhi kebutuhan afeksi istri pasca melahirkan. Sering-seringlah mengungkapkan perasaan sayang, memeluk atau sekedar mengelus punggung istri, atau seringlah menelpon istri jika sedang berada di luar rumah. Hal-hal tersebut memberikan efek sangat dahsyat karena dapat membuat istri merasa nyaman dan meredakan rasa lelahnya. Selain itu, istri akan merasa diperhatikan dan tidak sekedar di anggap sebagai “mesin penghasil anak” loh ayah.

Menurut pakar gizi dan ahli masak sehat alami, Bapak Wied Harry Apriadji dalam bukunya “Good Mood Food-Makanan Sehat Alami”, berikut beberapa makanan yang diutamakan untuk dikonsumsi para bunda pasca melahirkan.

 

  • Kentang, memiliki kandungan gizi yang kaya dengan karbohidrat kompleks dan asam amino triptofan. Kedua zat gizi ini sama-sama berperan untuk memacu produksi serotonin di dalam otak yang berguna untuk memperbaiki suasana hati (mood) dan meningkatkan asupan energi. Pilihan lain adalah beras merah, pasta wholewheat, atau aneka umbi-umbian (seperti ubi jalar, singkong, atau talas).
  • Yoghurt dan produk susu fermentasi, berlimpah asam amino tirosin. Sebaiknya pilihlah yoghurt tanpa tambahan pewarna, esens, dan pemanis yakni pilih plain yogurt Tirosin membantu pembentukan hormon serotonin yang mampu membuat suasana hati merasa nyaman. Pilihan lain adalah susu, keju (terutama jenis ricotta dan cottage), atau roti wholewheat.
  • Telur, sebagai sumber asam amino triptofan . telur sebaiknya dikonsumsi tidak lebih dari 3 butir perminggu. Kecuali jika menu sehari-hari kaya akan sayuran dan buah, maka telur dapat dikonsumsi setiap hari.

Perbedaan Baby Blues dengan Depresi Pasca Melahirkan

Sebenarnya depresi pasca melahirkan (pospartum depression) adalah episode kedua dari baby blues, maksudnya bahwa depresi pasca melahirkan itu lebih dari hebat dibandingkan sekedar baby blues, karena saat bunda mengalami depresi pasca melahirkan, bunda akan merasa semua gejala baby blues itu semakin sering, semakin menyeramkan dan akan berlangsung lama.

Terus, gimana cara membedakan antara baby blues dan depresi pasca melahirkan ini?

Cara paling mudah adalah dengan memperhatikan pola tidur bunda sendiri. Saat ada orang lain menjaga anak (bisa siapa saja, suami, ibu, ibu mertua, saudara, dan lainnya), bunda dapat tertidur dengan tenang. Nah, dalam kondisi ini bisa dikatakan bahwa bunda hanya mengalami Baby Blues Syndrome (BBS) saja. Sebaliknya, jika bunda sulit untuk tidur meskipun bunda tau ada yang menjaga anak, bunda kemungkinan mengalami depresi pasca melahirkan atau Postpartum Depression (PPD).

Beberapa Gejala Postpartum Depression (PPD)

  1. Sangat sensitif, cepat marah, dan tersinggung
  2. Mudah bingung, panik, dan merasa putus asa
  3. Adanya perubahan pola makan dan pola tidur menjadi tidak teratur
  4. Ada perasaan takut dan khawatir tidak dapat merawat anak dengan baik dan malah bisa menyakiti anak
  5. Timbul perasaan bahwa bunda tidak dapat menjadi bunda yang baik untuk anak

 Apasih sebenarnya penyebab postpartum depression? Meskipun belum ada yang tau pasti penyebabnya, namun berbagai faktor berikut sepertinya sangat berpengaruh :

  1. Perubahan hormon pada diri bunda
  2. Tekanan menjadi seorang ibu baru
  3. Ada sejarah keluarga terkait dengan depresi
  4. Kurangnya bantuan ketika melahirkan
  5. Merasa terisolasi dan kelelahan

Dokter, mungkin gak sih new dad juga mengalami baby blues?

Baby Blues Syndrome (BBS) biasanya hanya dialami oleh para bunda saja, tapi sebenarnya memungkinkan juga dialami oleh para ayah. Para bunda mengalami BBS karena belum seimbangnya hormon di dalam tubuh. Bila ayah yang mengalami BBS bukan karena belum seimbangnya hormon di dalam tubuh ayah, karena yang hormonnya berubah hanya yang hamil dan melahirkan saja. Kasus BBS pada ayah lebih disebabkan belum adanya kesiapan mental menjadi seorang ayah.

Banyak sekali ketakutan yang dirasakan oleh ayah, mulai dari berfikir mengenai kondisi ekonomi, perubahan perilaku bunda yang pastinya akan mengutamakan anak, belum tahu cara menjadi ayah yang baik, masih bingung dengan apa yang harus dilakukan untuk menjadi ayah, serta ketakutan bahwa nantinya si anak tidak bisa menjadi anak yang diharapkan.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.