Hi, saya dr. Willey Eliot, M.Kes.

Nama saya dr. Willey Eliot, M.Kes. dan saya adalah seorang dokter laktasi, konsultan laktasi dan konselor laktasi. How can I help? Isi pesan Anda dan klik tanda panah untuk chatting dengan saya via whatsapp.

Baby Blues

BABY BLUES

Baby blues adalah suatu sindrom atau gangguan psikologis atau kegelisahan yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon di dalam tubuh moms saat hamil dan pasca melahirkan. Belum seimbangnya hormon ini sering kali membuat moms cepat sekali berubah  mood dan menjadi semakin sensitif.

Memiliki anak itu memang sangat menyenangkan. Para bunda biasanya masih bereuforia terhadap kedatangan buah hati yang telah dinantikan sekian lama dan merasa sangat dicintai oleh suami. namun, banyak moms yang secara tidak sadar mengalami gejala atau tanda tertekan akibat belum seimbangnya hormon di dalam tubuh atau yang di kenal dengan sebutan baby blues.

Tanda-Tanda Baby Blues

  1. Merasakan ketidakbahagiaan berkepanjangan.
  2. Tidak mampu berfikir jernih dan sulit berkonsentrasi.
  3. Tidak semangat dan daya ingat merosot.
  4. Merasa tidak berguna atau merasa bersalah.
  5. Merasa putus asa hingga muncul perasaan ingin bunuh diri.
  6. Mengalami gangguan pola tidur, sulit tidur, atau malah terlalu banyak tidur.
  7. Mengalami gangguan pola makan, atau malah sangat bernafsu makan.
  8. Merasa ketakutan dan mudah tersinggung.
  9. Mudah lelah meski tidak banyak bekerja.
  10. Menurunnya kemesraan terhadap pasangan, bahkan tidak bernafsu melakukan hubungan seksual.
  11. Gelisah, panik, dan jantung berdebar-debar.
  12. Lebih suka mengurung diri di kamar atau di rumah dan menghindari kontak dengan orang lain.

 Tips Praktis Menghindari Baby Blues

  1. Yakinkan diri bahwa bunda adalah wanita hebat, seorang bunda yang baik bagi anak, dapat mengasuh anak, serta membesarkan anak dengan baik. Yakinkan juga bahwa suami dan keluarga akan selalu membantu dan mendukung bunda dalam melakukan pengasuhan terhadap anak tercinta.
  2. Mintalah bantuan suami untuk mengurus anak dan urusan atau pekerjaan rumah tangga saat moms sedang beristirahat, setidaknya diminggu pertama pasca melahirkan.
  3. Jika suami tidak menginginkan untuk ikut membantu dalam mengurus anak atau pekerjaan rumah tangga, mintalah suami menyediakan satu asisten rumah tangga atau saudara untuk menemani dan membantu bunda, setidaknya selama 40 hari pertama setelah melahirkan.
  4. Untuk para suami, penuhi kebutuhan afeksi istri pasca melahirkan. Sering-seringlah menggunakan perasaan sayang, memeluk, atau sekedar mengelus punggung istri, atau seringlah menelepon istri jika sedang berada di luar rumah. Hal-hal tersebut memberikan efek sangat dahsyat karena dapat membuat istri merasa nyaman dan meredakan rasa lelahnya. Selain itu, istri akan merasa diperhatikan dan tidak sekedar dianggap sebagai “mesin penghasil anak” loh ayah.
  5. Kalau semua petunjuk di atas sudah dilakukan dan masih merasakan baby blues, segeralah berkonsultasi dengan dokter laktasi, psikologi, atau psikiater terdekat.

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.