Hi, saya dr. Willey Eliot, M.Kes.

Nama saya dr. Willey Eliot, M.Kes. dan saya adalah seorang dokter laktasi, konsultan laktasi dan konselor laktasi. How can I help? Isi pesan Anda dan klik tanda panah untuk chatting dengan saya via whatsapp.

Apakah Bayi Bisa Alergi Dengan ASI?

APAKAH BAYI BISA ALERGI DENGAN ASI? 

Barang kali moms pernah mendengar rekan-rekan mengatakan jika buah hatinya mengalami alergi ASI. Memang sebagian orang percaya pada alergi ASI ini. Hal ini juga menimbulkan kekhawatiran bagi anda. Apalagi sebagai rasa sayang kita terhadap buah hati membuat kita ingin selalu memberikan ASI eksklusif. Namun apakah benar ASI ibu ini dapat menyebabkan alergi?

Bayi bisa terkena alergi setelah mengkonsumsi ASI. Apakah ASI adalah nutrisi satu-satunya yang diterima bayi untuk pertama sekali hingga usia yang pantas menerima makanan cair. Bayi bisa saja mengalami tanda-tanda aneh setelah diberikan ASI. Namun jika keadaannya seperti ini yang harus kita permasalahan bukanlah si bayi, namun makanan yang telah dikonsumsi oleh si ibu sehingga menyebabkan si bayi menjadi bermasalah setelah di beri ASI. Karena itulah sebagian ibu kita harus mencari tau apa sebenarnya makanan yang menjadi alergen (penyebab alergi) bagi si bayi. Jika penyebab alergi ini sudah diketahui, si ibu bisa menghentikan konsumsi makanan dari jenis tersebut atau minimal mengurangi konsumsinya.

Lantas tanda apa saja yang dapat kita ketahui jika bayi mengalami alergi setelah mengkonsumsi ASI ibu? Nah, hal ini bisa ditandai dengan terjadinya gumoh (seperti muntah) yang terjadi secara spontan. Namun terdapat perbedaan antara gumoh dengan muntah, dimana gumoh biasanya hanya sedikit cairan yang dikeluarkan serta tidak disertai kontraksi otot perut. Gumoh ini dikatakan normal jika frekuensinya 1-4 x sehari.

Namun jika si bayi mengalami gumoh lebih dari frekuensi normal, anda harus waspada dan memeriksakan karena bisa jadi si bayi mengalami alergi susu. Selain itu jika gumoh tidak ditangani dengan baik, dikhawatirkan ketika gumoh ada air susu yang masuk ke paru-paru. Air susu yang masuk paru-paru akan menyumbat saluran napas, apabila terjadi dalam frekuensi yang sering (di atas 4 x sehari).

Tanda lain dari alergi ASI ini adalah kulit bayi yang mengalami ruam dan merah. Ruam dan kulit merah ini kadang diperparah hingga kulit terkelupas.

Makanan-makanan yang sering menimbulkan alergi ASI pada bayi antara lain :

  1. Produk olahan dari sapi seperti : susu sapi, yoghurt, keju, susu formula (susu ibu menyusui) , es krim, daging sapi, mentega.
  2. Seafood seperti : udang, ikan, kepiting, cumi, dll.
  3. Kacang-kacangan seperti : kacang kedelai, kacang tanah, kecap, dll.

Walaupun bayi terkena alergi ASI akibat makanan yang diproduksi si ibu, bukan berarti kita menghentikan menyusui, justru tetap harus menyusui dan pelan – pelan alergi tersebut akan pudar atau hilang. Karena di dalam ASI ada zat anti alergi yang dapat membantu mengobati alergi pada bayi. Jadi ibu hanya perlu menghentikan mengkonsumsi makanan yang dicurigai menyebabkan alergi tersebut.

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.