Hi, saya dr. Willey Eliot, M.Kes.

Nama saya dr. Willey Eliot, M.Kes. dan saya adalah seorang dokter laktasi, konsultan laktasi dan konselor laktasi. How can I help? Isi pesan Anda dan klik tanda panah untuk chatting dengan saya via whatsapp.

Apa Yang Harus Dilakukan Untuk Meyakinkan Keluarga Agar Mendukung Pemberian ASI Eksklusif

APA YANG HARUS DILAKUKAN UNTUK MEYAKINKAN KELUARGA AGAR MENDUKUNG PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF

Moms pasti butuh lingkungan yang nyaman dan mendukung keputusan moms untuk menyusui si kecil. Dukungan dari orang-orang sekitar memang sangat dibutuhkan oleh seorang ibu menyusui agar proses menyusui semakin sukses. Selama kehamilan, moms bisa mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang manfaat ASI, ASIP, risiko penggunaan “dot” dan susu formula serta risiko pemberian MPASI secara dini.

Kemudian moms bisa cetak semuanya informasi tersebut dan berikan kepada suami serta keluarga dekat. Moms juga bisa mengikuti kelas edukasi bersama suami, mengajak mertua saat berkonsultasi dengan dokter anak pro-ASI, dokter laktasi, untuk meyakinkan mereka bahwa ASI saja sudah cukup untuk bayi. Dengan begitu orang tua dan mertua merasa senang karena mereka juga ikut terlibat untuk memberikan yang terbaik bagi cucunya. Jika memang orang tua dan mertua keberatan untuk pergi menemui dokter, maka moms bisa mendatangkan dokter laktasi yang terdekat dari tempat tinggal moms untuk mengedukASI keluarga terdekat tentang pentingnya ASI.

Suami sebagai pendukung utama harus tahu terlebih dahulu tentang hebatnya ASI untuk bayi dan ibunya. Jauh dari sebelum moms melahirkan, baiknya moms sudah memberitahu suami tentang rencana moms untuk memberikan ASI pada si kecil. Beritahu kepada suami bahwa dukungan dan keterlibatan mereka sangat menentukan sukses atau tidaknya seorang ibu bisa menyusui secara eksklusif. Seorang suami harus peduli pada kondisi istrinya yang sedang menyusui dan harus berperan aktif untuk menciptakan suasana rumah yang positif dan nyaman.

Suami harus mendukung penuh sang istri untuk bisa memberikan ASI eksklusif bagi si kecill, bergantian menjaga si kecil jika terjaga waktu malam, berlatih untuk memberikan ASIP (dari sendok, gelas, pipet, cup feeder), membantu istri mengerjakan pekerjaan rumah, atau mengganti popok atau memandikan si kecil. Suami yang memberikan kejutan untuk istri bisa membuat moms menjadi rileks, tenang, dan terhindar dari stres yang bisa menyebabkan produksi ASI berkurang.

Apabila moms berniat kembali bekerja setelah melahirkan dan sudah menyiapkan pengasuh untuk si kecil, maka libatkanlah sang pengasuh dari jauh hari sebelum moms mulai bekerja lagi. Berikan pengertian kepada pengasuh tentang pentingnya ASI, bagaimana memberikan ASIP tanpa media DOT, dan cara menyiapkan ASIP untuk dikonsumsi si kecil. Ingatkan pengasuh untuk selalu menutup rapat pintu freezer penyimpanan ASIP, dan ingatkan pada pengasuh untuk tidak menonton televisi saat menjaga anak agar si pengasuh bisa fokus memperhatikan si kecil, serta ingatkan untuk tidak memberikan asupan lain selain ASI untuk si bayi.

Jika moms bekerja, moms bisa mencari teman di kantor yang sedang menyusui agar bisa memerah bersama, sharing, dan saling support satu sama lain. Tapi ingat sesama ibu menyusui dan memerah ASI agar menghindari untuk membandingkan hasil ASIP nya satu sama lain dan tidak membandingkan tumbuh kembang anaknya masing-masing. Ingatlah bahwa hasil perahan ASI tiap ibu akan berbeda jumlahnya bergantung pada kebutuhan anaknya masing-masing, dan ingat juga bahwa tumbuh kembang setiap anak berbeda-beda. Tiap anak unik dengan segala tingkah lakunya.

Bicarakan dengan atasan atau rekan kerja bahwa moms harus meluangkan waktu beberapa kali sehari untuk memerah ASI. Lebih baik jika kantor moms memiliki ruangan khusus untuk menyusui dan memerah ASI. Apabila tidak ada ruangan memerah ASI maka carilah ruangan lain. Sebisa mungkin hindari memerah ASI di toilet ya moms karena kebersihan dan higienitasnya tidak terjamin.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.