Hi, saya dr. Willey Eliot, M.Kes.

Nama saya dr. Willey Eliot, M.Kes. dan saya adalah seorang dokter laktasi, konsultan laktasi dan konselor laktasi. How can I help? Isi pesan Anda dan klik tanda panah untuk chatting dengan saya via whatsapp.

Apa Saja Yang Mempengaruhi Produksi ASI?

Apa Saja Yang Mempengaruhi Produksi ASI?

 Unsur yang sangat berpengaruh dalam produksi ASI adalah hormonal, yaitu :

  1. Hormon Prolaktin

Hormon prolaktin berperan dalam proses produksi ASI. Hormon ini diproduksi oleh kelenjar pituitari di dalam otak yang berpengaruh terhadap fungsi fisiologis tubuh. Jumlah hormon prolaktin ini dipengaruhi oleh jumlah nutrisi yang dikonsumsi ibu. Selain itu juga dipengaruhi oleh frekuensi hisapan bayi, semakin sering frekuensinya maka hormon yang diproduksi pun semakin banyak.

  1. Hormon Oksitosin (Hormon Cinta)

Ini dipengaruhi oleh suasana hati sang ibu. Rangsangan dari hisapan bayi akan diteruskan ke hipotalamus yang memproduksi hormon oksitosin. Selanjutnya hormon oksitosin akan memacu otot-otot halus disekitar sel-sel pembuat ASI untuk mengeluarkan ASI. Otot-otot tersebut akan berkontraksi dan mengeluarkan ASI. Proses ini disebut let down reflex (refleks keluarnya ASI). Ibu menyusui penting untuk menjaga suasana hati dan jiwa agar dalam kondisi baik dan bahagia. Bila ibu dalam kondisi lelah/stres, produksi hormon oksitosin bisa terhambat. Ujung-ujungnya menghambat proses keluarnya ASI.

Nah, selain itu ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi produksi ASI, yaitu :

  1. Asupan Makanan

Bila makanan yang disantap mengandung gizi seimbang dan teratur, diharapkan kelenjar pembuat ASI dapat bekerja optimal. Maka penuhi kebutuhan kalori protein, lemak, vitamin serta mineral yang cukup.

  1. Kondisi Psikis

Keadaan emosi sangat mempengaruhi refleks pengeluaran ASI. Refleks pengaliran ASI dapat berfungsi baik bila ibu merasa rileks dan tenang, tidak tegang ataupun cemas. Karena itu, pasti ibu tak kelelahan, tenang, dan istirahat cukup. Peran keluarga, dalam hal ini suami juga penting untuk menjaga kondisi psikis istri agar tetap merasa tenang.

  1. Perawatan Payudara

Sebaiknya perawatan payudara dilakukan saat ibu masih dalam masa kehamilan. Kenapa? Karena perawatan yang benar akan memperlancar produksi ASI. Hormon  oksitosin akan menimbulkan kontraksi pada sel-sel lain sekitar alveoli (lubang-lubang kecil di paru-paru) sehingga ASI mengalir turun ke arah puting. Alhasil, bisa dihisap bayi.

  1. Frekuensi Bayi Menyusu

Semakin ibu sering menyusui bayi, maka produksi ASI akan semakin banyak. Pastikan frekuensi bayi menyusu secara langsung maupun memerah/ memompa ASI. Bila ibu jarang menyusui atau berlangsung sebentar maka hisapan anak berkurang. Efeknya, pengeluaran ASI berkurang. Seperti kita tahu, bila mulut bayi menyentuh puting ibu, refleks menghisapnya segera bekerja.

  1. Bayi Kurang Bisa Menghisap ASI

Adakalanya bayi kurang bisa menghisap ASI dengan efektif. Beberapa faktor yang  mempengaruhi proses menghisap ini antara lain perlekatan yang kurang sempurna dan struktur mulut dan rahang yang kurang baik. Hisapan bayi yang efektif akan mengoptimalkan rangsangan ke otak yang akan memerintahkan untuk memproduksi hormon prolaktin dan hormon oksitosin.

  1. Pengaruh Obat-Obatan

Obat-obatan yang dikonsumsi mengandung hormon, mempengaruhi hormon prolaktin dan oksitosin  yang berfungsi dalam pembentukan dan pengeluaran ASI. Apabila hormon-hormon ini terganggu, otomatis mempengaruhi pembentukan dan pengeluaran ASI.

  1. Alat KB

Penggunaan alat kontrasepsi pada ibu yang menyusui dapat mempengaruhi jumlah produksi ASI. Karena itu, hendaknya diperhatikan dengan baik pemakaian alat KB yang tepat. Jadi alat KB yang tepat untuk ibu menyusui adalah spiral atau IUD (non hormonal).

 

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.