Hi, saya dr. Willey Eliot, M.Kes.

Nama saya dr. Willey Eliot, M.Kes. dan saya adalah seorang dokter laktasi, konsultan laktasi dan konselor laktasi. How can I help? Isi pesan Anda dan klik tanda panah untuk chatting dengan saya via whatsapp.

Apa Hubungan Pikiran Dengan Produksi ASI?

Apa Hubungan Pikiran Dengan Produksi ASI?

Banyak ibu khawatir terhadap produksi ASI nya di awal-awal masa menyusui. Ibu takut produksi ASI nya tidak dapat mencukupi kebutuhan bayi. Biasanya, hal-hal yang mendasari ibu berpikiran ASI nya tidak cukup adalah :

  1. Bayi sering menyusu.

Bayi biasanya menyusu 8-12 kali dalam sehari, tetapi dihari-hari awal setelah kelelahan biasanya bayi tidak tenang/rewel. Ibu menyangka ini diakibatkan karena bayi belum puas menyusu, padahal bukan berarti karena produksi ASI ibu sedikit.

  1. Payudara ibu terasa lunak.

Ketika cadangan ASI moms menyesuaikan kebutuhan tubuh, payudara moms mungkin tidak terasa penuh atau kencang, biasanya hal ini terjadi antara 3-12 minggu setelah kelahiran. Namun, selagi bayi moms masih menyusu, payudara akan memproduksi ASI yang cukup untuk bayi.

  1. Bayi tiba-tiba menyusu lebih sering.

Bayi mungkin akanlebih sering menyusu ketika pertumbuhannya sedang berjalan lebih cepat. Namun, karena bayi menyusu lebih sering, moms menjadi khawatir ASI moms kurang, padahal tubuh dapat menyesuaikan kebutuhan bayi dengan meningkatkan produksi ASI.

  1. Bayi hanya menyusu dalam waktu singkat.

Namun, ini bukan berarti disebabkan karena produksi ASI anda sedikit. Setelah usia 2 minggu atau 3 bulan, bayi akan menyusu lebih singkat.

Dalam memproduksi ASI, tubuh ibu melibatkan otak. Saat otak memberikan sinyal bahwa cadangan ASI sudah sedikit, maka payudara ibu akan memproduksi ASI kembali untuk memenuhi cadangan ASI ibu.

Pada saat bayi menghisap payudara, ini juga merupakan sebuah rangsangan untuk kelenjar hipofisis di otak untuk melepaskan hormon oksitosin dan juga prolaktin ke dalam aliran darah. Kedua hormon ini bertugas untuk memproduksi ASI. Namun ketika ibu stres, stres dapat memperlambat pelepasan hormon oksitosin ke aliran darah, sehingga dapat mengganggu produksi ASI. Yang perlu dilakukan pertama kali saat stres adalah tenangkan diri terlebih dahulu.

Sebenarnya, ibu tidak perlu merasa khawatir. Mengapa? Karena pelepasan oksitosin ke aliran darah sebenarnya dapat memberi efek menenangkan dan menurunkan tingkat stres. Jika ibu terus berusaha untuk memberikan ASI ke bayi anda, stres anda akan berkurang dan produksi ASI anda tidak akan berhenti. Intinya, tidak boleh putus asa saat memberikan ASI kepada bayi.

Namun, kebanyakan ibu justru berpikir ASI nya tidak cukup, padahal sebenarnya cukup. Kondisi ini biasanya disebut dengan Perceived Insufficient Milk atau persepsi ketidakcukupan ASI. Karena “termakan” oleh persepsi atau pikiran ibu sendiri. Ibu menjadi jarang memberikan ASI pada anaknya dan lama kelamaan produksi ASI ibu juga semakin sedikit dan akhirnya berhenti. Ini merupakan penyebab paling banyak mengapa ibu lebih cepat berhenti menyusui bayinya.

Bagaimana Cara Melancarkan Produksi ASI?

Semakin sering menyusui bayi anda, semakin lancar produksi ASI anda. Hisapan bayi pada payudara anda merupakan rangsangan bagi tubuh anda untuk terus memproduksi ASI.

Oleh karena itu, jauhkan pikiran anda mengenai produksi ASI anda yang sedikit. Bayi memang kadang lebih sering untuk menyusu. Hal ini dapat terjadi karena biasanya pada usia sekitar 2-3 minggu, 6 minggu, 3 bulan, atau bisa kapan saja, bayi mengalami pertumbuhan yang lebih cepat, sehingga membutuhkan asupan yang lebih banyak. Yang harus ada lakukan pada saat ini adalah ikuti keinginan bayi untuk menyusu atau biasa disebut dengan ASI on demand.

Anda juga dapat melakukan hal ini untuk memperlancar produksi ASI :

  1. Pastikan bayi anda menempel pada payudara anda dengan benar atau posisi menyusu bayi benar, sehingga bayi nyaman untuk menyusu .
  2. Susui bayi anda sesering mungkin dan ikuti keinginan bayi kapan saja ia membutuhkan ASI dan kapan ia merasa sudah kenyang.
  3. Susui bayi dengan payudara kanan dan kiri setiap ia menyusu. Susui bayi dengan payudara pertama selama ia masih mengisap dengan kuat, kemudian tawarkan bayi dengan payudara kedua ketika isapan bayi sudah mulai melemah.
  4. Sebaliknya jangan beri susu formula / empeng kepada bayi karena ini dapat membuatnya tidak berteriak lagi denganASI, sehingga juga dapat menyebabkan produksi ASI anda ikut melemah. Ajari bayi untuk mulai makan pada usia 6 bulan.

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.