Hi, saya dr. Willey Eliot, M.Kes.

Nama saya dr. Willey Eliot, M.Kes. dan saya adalah seorang dokter laktasi, konsultan laktasi dan konselor laktasi. How can I help? Isi pesan Anda dan klik tanda panah untuk chatting dengan saya via whatsapp.

Alergi Pada Bayi

ALERGI PADA BAYI

Alergi adalah reaksi imunitas tubuh yang berlebihan terhadap suatu bahan. Imunitas tubuh kita seharusnya bekerja untuk melindungi tubuh kita dari bahaya, seperti virus, bakteri, atau jamur. Pada sebagian anak yang alergi,  tubuh bereaksi pula terhadap bahan yang tidak berbahaya, seperti protein ikan, susu sapi, debu, atau cuaca dengan respon yang berlebihan.

Tidak tertutup kemungkinan bahwa bayi moms memiliki alergi dengan makanan tertentu, meskipun terkadang dengan alergi makanan belum tentu terjadi padanya. Alergi makanan terjadi karena ada suatu reaksi kekebalan tubuh yang menyimpang dan akibatnya langsung ditunjukkan oleh tubuh. Misalnya, pada anak yang alergi seafood ketika ia mengkonsumsi udang, maka protein udang yang masuk akan dianggap berbahaya oleh sistem kekebalan tubuh, sehingga  menyerang organ tubuh seperti kulit yang menjadi gatal, hingga sesak napas.

Tanda-tanda awal jika ia memiliki alergi terhadap makanan tertentu :

  1. Perut bayi kembung, pup nya lebih cair atau mencret, dan buang air besar lebih sering dari biasanya.
  2. Bayi lebih rewel karena rasa tidak nyaman pada organ pencernaannya.
  3. Gatal, eksim pada kulit.
  4. Batuk
  5. Muntah
  6. Napas tersengal-sengal.
  7. Bibir dan tenggorokan bengkak.
  8. Mata bayi tampak merah dan berair.

Makanan Yang Dapat Memicu Alergi Pada Bayi

  1. Produk olahan susu sapi (Susu, Keju, Yoghurt, Es krim, dll).
  • Susu (Sapi dan Kambing).

Reaksi alergi yang ditimbulkan oleh susu sapi atau kambing bisa berupa diare atau muntah. Bila bayi alergi terhadap susu sapi atau turunannya, maka beberapa penanganannya yang dilakukan oleh dokter anak umumnya akan menyarankan makanan yang terbuat dari protein susu sapi yang telah terhidrolisa sehingga tidak menimbulkan alergi pada bayi, atau menyarankan makanan dengan protein dari kedelai.

  1. Seafood (Udang, Kepiting, Cumi, dan Beberapa Jenis Ikan).
  • Kerang-Kerangan (Termasuk Lobster, Udang, dan Kepiting).

Gejala yang ditimbulkannya berupa urtikaria (gatal di kulit), angioderma (bengkak-bengkak), asma atau kombinasi dari beberapa kelainan tersebut. Alergi makanan karena ikan laut paling mudah terdeteksi karena gejala yang ditimbulkan relatif cepat. Biasanya kurang dari 8 jam keluhan alergi sudah bisa dikenali.

  • Ikan (Tuna, Salmon, Cod, dll)

Ikan dapat menyebabkan reaksi alergi alergi pada sebagian bayi. Oleh karena itu, sebaiknya perkenalkan ikan pada saat awal bayi MPASI. Untuk mengetahui apakah bayi alergi terhadap ikan atau tidak.

  1. Telur (Ayam, Bebek, Telur Puyuh, dll).

Bagian telur, terutama putih telur, bisa menyebabkan reaksi alergi. Akibat yang ditimbulkan biasanya berupa rasa gatal disekujur tubuh. Kulit tampak kemerahan ataupun bengkak-bengkak.

  1. Kacang-Kacangan (Kacang Kedelai, Kacang Tanah, dll).

Kacang yang tumbuh di pohon seperti kenari, kacang mede, dan pistasio. Reaksi alergi yang ditimbulkan sama dengan reaksi alergi pada bayi yang mengkonsumsi kacang tanah.

  • Kacang Tanah

Protein nabati yang terdapat dalam kacang tanah termasuk tinggi. Beberapa makanan pendamping ASI yang mengandung kacang tanah dapat menyebabkan rasa gatal pada tubuh bayi, juga munculnya bisul-bisul dengan warna kemerahan pada area tangan dan wajah bayi.

  • Kacang Kedelai

Alergi kedelai biasanya ditemukan pada bayi yang diberikan susu yang mengandung kedelai. Makanan lain yang mengandung protein kedelai dan dapat menimbulkan gejala alergi pada anak-anak adalah : kecap dan makanan yang mengandung minyak kedelai.

Yang harus dilakukan jika terjadi gejala alergi makanan :

Jika bayi moms menunjukkan gejala alergi ringan (bintik-bintik merah pada kulit), dan reaksinya terjadi selang beberapa jam tertentu, konsultasikan dengan dokter anak agar pengujian alergi dapat dilakukan pada si kecil. Dokter tentunya dapat menemukan penyebab alergi dari hal atau makanan tertentu yang tidak dapat dicerna oleh bayi.

Namun, jika bayi menunjukkan gejala-gejala seperti kesulitan bernapas, pembengkakan pada wajah atau bibirnya, muntah-muntah dengan frekuensi sering dan banyak, atau diare setelah makan, segeralah ke rumah sakit terdekat. Karena reaksi alergi bisa sangat membahayakan dan dibutuhkan tindakan medis sesegera mungkin.

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.